Unggulan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Desire (1. Pertemuan)
Hai,
namaku Agni nama panjangnya Agni Dafhina, kalian sudah pasti taukan arti nama
yang disematkan oleh kedua orang tua ku di pengantar Prolog tadi, ya aku
sendiri kagum dengan arti namaku, terkadang cukup menjadi pikiranku apa dengan
tubuh yang kecil ini aku sanggup untuk menjadi Kobaran api semangat dan menjadi
nilai tinggi bagi orang disekitarku,
Kawan
mungkin kalian penasaran dari tadi ada beberapa kata tubuh kecil yang
disebutkan, ya kawan postur tubuh ku tidak termasuk proporsional deh kayaknya
kalau bagi perempuan perempuan dizaman sekarang. Hehehehhe, tinggi ku hanya 153
cm dengan berat badan 40 kg, kecil gak sih, tapi kalau kata lagu yang sering ku
dengar yang kira kira begini liriknya “biar
ku pendek, tapi nyaman dipeluk, langkah ku kecil mau digandeng terus, biar ku pendek
tapi paling sayang kamu, walau mirip miniatur tapi cintaku tak terukur” . nah
begitulah kira kira liriknya kalau bacanya dengan cara dinyanyikan lebih indah
kayaknya tapi jangan suruh aku yang nyanyi ya, kalau kata adik ku suara ku
bagus, tapi lebih bagus lagi kalau aku gak nyanyi.
Sekian
ya gambaran tentang diriku, jangan dibayangkan nanti kamu rindu….
Hari
ini ulang tahun SMA ku yang 36 tahun, kata orang dan kayaknya memang begitu
adanya SMA ku adalah SMA paling favorit dikotaku, bangga nggak sih sekolah di
SMA no 1 di kota ini. Yaa seperti biasa SMA ku mengadakan acara yang sangat
meriah banyak perlombaan yang akan diikuti seluruh sekolah yang ada dikota ini
dari tingkat SMP sampai SMA, nah di acara ini lah aku bertemu dengan seseorang
yang berhasil menyita segalanya yang ku punya hingga detik ini, orang ini lah
yang sering kusebut dengan kata “DESIRE” yang berarti pengharapan atau pun
Keinginan.
“kuyy,
keluar kelas, sebentar lagi pertandingan futsal akan dimulai” ajak Dania
kepadaku dan Merly, ya singkat cerita Dania dan Merly sahabatku, sahabat yang
bisa diajak serius dan lebih bisa lagi diajak bercanda, hidup dengan mereka
kayaknya banyak ketawanya deh ketimbang sedihnya, habisnya mereka lucu kayak
pelawak yang ada ditv.
“males,
dan kalian aja ya, gue mager untuk keluar kelas” kataku yang ntah kenapa gak
ada semangatnya buat lihat keramaian,
“ayooooo
agniiii” tangan gue ditarik oleh merly yang notabenenya postur tubuhnya lebih
besar dibanding gue yang imut imut kayak marmut ini. Sesampai didepan kelas
merly gak sengaja nabrak cowok dengan seragam futsal yang kayaknya bukan anak
SMA kita.
“upssss
sory kak,gak sengaja, maaf kita buru buru kak” dengan wajah yang konyol Merly
meminta maaf kepada cowok yang dari awal ditabrak sampe detik itu masang wajah yang
jeruk nipis aja kalah asemnya.
“oke”
jawab cowok ketus itu, lalu dia meninggalkan kami dengan wajah yang kebingungan
setelah melihat ekspresi si cowok itu.
Itu
lah kesan pertama yang aku dapatkan ketika melihat cowok yang sering dikenal
dengan nama Nanda Pranata Kusuma, ternyata dia anak sekolah SMA sebelah. Dari
pertemuan itulah akhirnya tanpa direncanakan aku selalu bertemu dengan cowok
dingin sedingin batu es yang ada di kutub utara itu.
Malam
penutupan ulang tahun SMA pun tiba, malam itu diakhiri dengan penampilan grup
band “dealova” grup band yang dikenal dengan lagu lagu romantisnya, yang
berhasil membuat malam itu menjadi malam yang sangat indah dengan dikelilingi
lampu lampu kecil menambah keindahan suasana saat itu,
“Suka?”……
Tiba
tiba terdengar suara disampingku, oh my God ternyata orang itu adalah dia, yaa
dia yang bertabrakan dengan Merly kemarin sore.
“suka?”
Tanya ku balik yang belum paham dengan kata katanya barusan.
“iya,
kamu suka?”
“suka
sama?”
“grup
bandnya?”
“ohh,
iya suka , tentu suka”
“emang
kelihatan?”
“maksudnya?”
“iya
emang kamu kelihatan dengan grup bandnya, kalau kamu berdiri dibelakang gini?”
Wahhh
kenapa kalimatnya barusan terdengar agak menyingggung………
“kelihatanlah,
maksud kau apa, karena badanku kecil, jadi aku gak kelihatan?” jawabku dengan
memasang wajah agak jengkel.
“hahahahhaah,
bercanda” diapun tertawa dan tersenyum kecil
Tanpa
disadari wajahkupun tiba tiba tersenyum malu “oh my god, kenapa senyumnya manis
banget, kayak ngajak terbang” kataku dalam hati.
“sendiri
aja?” lanjut tanyanya
“iya
sendiri” aku baru sadar ternyata dari tadi Dania dan Merly gak ada
dipenglihatan sekitarku.
“teman
temanmu mana?”
“gak
tau, mungkin beli minuman disana” jawabku sambil menunjuk ke arah foodcourt
“duduk
disitu yuk” ajak orang itu sambil menunjuk kearah tempat duduk dibawah pohon
beringin besar yang ntah berapa umur pohon itu.
“hah,
duduk, disana” jawabku terlihat gugup mendengar ajakan orang itu
“iya
disana, daripada capek berdiri disini, ayokklah”
“oh
okee”
Lalu
dia berjalan kearah tempat duduk yang dimaksud dan diiringi aku berjalan
dibelakangnya yang masih bingung harus bertingkah seperti apa.
Sesampai
ditempat duduk itu,
“oh
iya perkenalkan namaku, Nanda, nama lengkapnya Nanda Pranata Kusuma, bebas mau
panggil aku dengan nama apa” dia mengulurkan tangannya,
“oh
oke nama ku agni, nama lengkapnya Agni Dafhina, bebas mau panggil aku apa, tapi
teman teman ku sering panggil aku dengan nama Agni”
“iya Agni, kayak nama dewi yunani dewi agni, yang berarti Api, namamu bagus”
“iya,
kalau kata ayah dan ibuku juga begitu, sengaja aku diberi nama Agni biar
berkobar terus kayak api”
“hmmmmm,
begitu. Kau tau aku sudah memperhatikanmu sejak band itu bernyanyi lagu
pertama”
“benarkah,
kenapa ada yang salah ya dengan caraku nonton, atau tampilanku, atau apa?”
jawabku panic dan heran.
“gak
apa apa, lucu aja ekspresimu ketika sedang bernyanyi lagu lagunya”
“oh,
iya aku sangat senang lagu lagu yang bergenre romantic seperti yang dinyanyikan
band Dealova, karena aku senang tema romantis, kayak didrama drama korea”
“kau
senang drama korea?”
“gak
terlalu sih, senang kalau pemainnya SO JONG KI dan LEE MIN HOO aja” jawabku
sedikit agak nyengir
“hhahahhahh
kau pilih kasih”
“lah,
kenapa?”
“iya,
karena mau nonton drakor kalau artisnya so jong kii sama lee min hoo dong”
“iya
juga ya, tapi gak tau aku senang aja”
“iya
deh iya, eh boleh minta no Whatsapp mu”
“buat?”
“buat
komunikasi lah, bukankah aplikasi itu diciptakan untuk komunikasi”
“iya
sih, oke deh, mana ponselmu, biar aku yang catat”
Lalu
dia memberikan ponselnya dan akupun mencatat 12 digit no hp ku
“agniii,
gue cari dari tadi taunya lu disini, ayokk balik udah malam, ntar gue dicariin
ayahanda tercinta” tiba tiba terdengar suara lengking merly yang sudah berada
tepat didepanku.
“ehhh,
kalian, kalian kemana sih, asik asik nonton band eh lue bedua kabur” kataku
agak jengkel kepada kedua teman konyolku itu
“iya
kita tadi lagi beli air minum, pas balik kesana malah lue yang menghilang”
jawab Dania
“ayokk
pulang, eh iya Nan, kita pulang duluan ya”
“eh
iya, hati hati ya, see you” jawab nanda yang siap siap juga untuk pergi, ntah
tapi pergi kemana
Lalu
kamipun balik kanan dan pulang kerumah masing masing.
Sesampai
dirumah, dengan memakai daster, baju kebangganku ketika berada dirumah tapi
dengan motif motif yang sangat kekinian banget ini, aku merebahkan badanku
sambil melihat lampu lampu tidur yang terpasang disetiap sudut kamarku, FYI aku
sangat senang melihat lampu lampu ketika berada dikegelapan, karena bagiku,
tanang aja gitu lihat lampu lampu kecil itu.tiba tiba terlintas dipikiranku
wajah cowok yang tadi ada di acara SMA,dan itu membuatku tersenyum sendiri. Lalu,……
ponselku pun berbunyi ternyata ada Whatsapp dari nomor yang tidak dikenal isi
WA nya seperti ini
“Selamat malam Agni Dafhina, senang
berkenalan denganmu
Semoga besok dan seterusnya hari
harimu indah, seperti senyummu
Malam ini, good night, salam Nanda
Pranata Kusuma”
“Selamat
malam kembali Pra”
Ya
itulah kesan pertama ku ketika bertemu dengan cowok yang bernama Nanda Pranata
Kusuma, yang pada akhirnya ku panggil dengan nama Pranata atau Pra, kenapa ku
panggil dengan nama Pra, nanti kalian akan temukan jawabannya.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar