Langsung ke konten utama

Unggulan

“ Peran Serta LKM untuk besinergi dalam  Pembangunan di Kelurahan/Desa” Perencanaan yang baik dan matang merupakan separuh keberhasilan oleh karena itu kesuksesan pelaksanan Musrenbang menjadi salah satu poin penting sebelum dana dana dari berbagai sumber dikucurkan di Setiap Kelurahan/Desa. Dalam rangka pelaksanaan pembangunan di tingkat Kelurahan diperlukan peran serta masyarakat untuk secara aktif terlibat dalam berbagai hal terkait pembangunan di Kelurahan. Tugas Pembangunan tidak semata mata tugas utama pemerintah, hal ini disebabkan paradigma pembangunan kita menganut azas desentralisasi dan otonomi daerah sehingga masyarakat didudukkan perannya sebagai subyek pembangunan, pemerintah lebih mengedepankan perannya sebagai fasilitator dan pelindung dan pengarah (Nahkoda) bagi masyarakat di wilayahnya. Pendekatan bottom Up dinilai lebih tepat karena masyarakat lebih paham tentang apa apa yang mereka butuhkan demi peningkatan kesejahteraan dan kemajuan di lingkungannya. Hal inilah...

Desire (1. Pertemuan)


Hai, namaku Agni nama panjangnya Agni Dafhina, kalian sudah pasti taukan arti nama yang disematkan oleh kedua orang tua ku di pengantar Prolog tadi, ya aku sendiri kagum dengan arti namaku, terkadang cukup menjadi pikiranku apa dengan tubuh yang kecil ini aku sanggup untuk menjadi Kobaran api semangat dan menjadi nilai tinggi bagi orang disekitarku,

Kawan mungkin kalian penasaran dari tadi ada beberapa kata tubuh kecil yang disebutkan, ya kawan postur tubuh ku tidak termasuk proporsional deh kayaknya kalau bagi perempuan perempuan dizaman sekarang. Hehehehhe, tinggi ku hanya 153 cm dengan berat badan 40 kg, kecil gak sih, tapi kalau kata lagu yang sering ku dengar yang kira kira begini liriknya “biar ku pendek, tapi nyaman dipeluk, langkah ku kecil mau digandeng terus, biar ku pendek tapi paling sayang kamu, walau mirip miniatur tapi cintaku tak terukur” . nah begitulah kira kira liriknya kalau bacanya dengan cara dinyanyikan lebih indah kayaknya tapi jangan suruh aku yang nyanyi ya, kalau kata adik ku suara ku bagus, tapi lebih bagus lagi kalau aku gak nyanyi.

Sekian ya gambaran tentang diriku, jangan dibayangkan nanti kamu rindu….

Hari ini ulang tahun SMA ku yang 36 tahun, kata orang dan kayaknya memang begitu adanya SMA ku adalah SMA paling favorit dikotaku, bangga nggak sih sekolah di SMA no 1 di kota ini. Yaa seperti biasa SMA ku mengadakan acara yang sangat meriah banyak perlombaan yang akan diikuti seluruh sekolah yang ada dikota ini dari tingkat SMP sampai SMA, nah di acara ini lah aku bertemu dengan seseorang yang berhasil menyita segalanya yang ku punya hingga detik ini, orang ini lah yang sering kusebut dengan kata “DESIRE” yang berarti pengharapan atau pun Keinginan.

“kuyy, keluar kelas, sebentar lagi pertandingan futsal akan dimulai” ajak Dania kepadaku dan Merly, ya singkat cerita Dania dan Merly sahabatku, sahabat yang bisa diajak serius dan lebih bisa lagi diajak bercanda, hidup dengan mereka kayaknya banyak ketawanya deh ketimbang sedihnya, habisnya mereka lucu kayak pelawak yang ada ditv.

“males, dan kalian aja ya, gue mager untuk keluar kelas” kataku yang ntah kenapa gak ada semangatnya buat lihat keramaian,

“ayooooo agniiii” tangan gue ditarik oleh merly yang notabenenya postur tubuhnya lebih besar dibanding gue yang imut imut kayak marmut ini. Sesampai didepan kelas merly gak sengaja nabrak cowok dengan seragam futsal yang kayaknya bukan anak SMA kita.

“upssss sory kak,gak sengaja, maaf kita buru buru kak” dengan wajah yang konyol Merly meminta maaf kepada cowok yang dari awal ditabrak sampe detik itu masang wajah yang jeruk nipis aja kalah asemnya.

“oke” jawab cowok ketus itu, lalu dia meninggalkan kami dengan wajah yang kebingungan setelah melihat ekspresi si cowok itu.

Itu lah kesan pertama yang aku dapatkan ketika melihat cowok yang sering dikenal dengan nama Nanda Pranata Kusuma, ternyata dia anak sekolah SMA sebelah. Dari pertemuan itulah akhirnya tanpa direncanakan aku selalu bertemu dengan cowok dingin sedingin batu es yang ada di kutub utara itu.

Malam penutupan ulang tahun SMA pun tiba, malam itu diakhiri dengan penampilan grup band “dealova” grup band yang dikenal dengan lagu lagu romantisnya, yang berhasil membuat malam itu menjadi malam yang sangat indah dengan dikelilingi lampu lampu kecil menambah keindahan suasana saat itu,

“Suka?”……

Tiba tiba terdengar suara disampingku, oh my God ternyata orang itu adalah dia, yaa dia yang bertabrakan dengan Merly kemarin sore.

“suka?” Tanya ku balik yang belum paham dengan kata katanya barusan.

“iya, kamu suka?”

“suka sama?”

“grup bandnya?”

“ohh, iya suka , tentu suka”

“emang kelihatan?”

“maksudnya?”

“iya emang kamu kelihatan dengan grup bandnya, kalau kamu berdiri dibelakang gini?”

Wahhh kenapa kalimatnya barusan terdengar agak menyingggung………

“kelihatanlah, maksud kau apa, karena badanku kecil, jadi aku gak kelihatan?” jawabku dengan memasang wajah agak jengkel.

“hahahahhaah, bercanda” diapun tertawa dan tersenyum kecil

Tanpa disadari wajahkupun tiba tiba tersenyum malu “oh my god, kenapa senyumnya manis banget, kayak ngajak terbang” kataku dalam hati.

“sendiri aja?” lanjut tanyanya

“iya sendiri” aku baru sadar ternyata dari tadi Dania dan Merly gak ada dipenglihatan sekitarku.

“teman temanmu mana?”

“gak tau, mungkin beli minuman disana” jawabku sambil menunjuk ke arah foodcourt

“duduk disitu yuk” ajak orang itu sambil menunjuk kearah tempat duduk dibawah pohon beringin besar yang ntah berapa umur pohon itu.

“hah, duduk, disana” jawabku terlihat gugup mendengar ajakan orang itu

“iya disana, daripada capek berdiri disini, ayokklah”

“oh okee”

Lalu dia berjalan kearah tempat duduk yang dimaksud dan diiringi aku berjalan dibelakangnya yang masih bingung harus bertingkah seperti apa.

Sesampai ditempat duduk itu,

“oh iya perkenalkan namaku, Nanda, nama lengkapnya Nanda Pranata Kusuma, bebas mau panggil aku dengan nama apa” dia mengulurkan tangannya,

“oh oke nama ku agni, nama lengkapnya Agni Dafhina, bebas mau panggil aku apa, tapi teman teman ku sering panggil aku dengan nama Agni”

“iya Agni, kayak nama dewi yunani dewi agni, yang berarti Api, namamu bagus”

“iya, kalau kata ayah dan ibuku juga begitu, sengaja aku diberi nama Agni biar berkobar terus kayak api”

“hmmmmm, begitu. Kau tau aku sudah memperhatikanmu sejak band itu bernyanyi lagu pertama”

“benarkah, kenapa ada yang salah ya dengan caraku nonton, atau tampilanku, atau apa?” jawabku panic dan heran.

“gak apa apa, lucu aja ekspresimu ketika sedang bernyanyi lagu lagunya”

“oh, iya aku sangat senang lagu lagu yang bergenre romantic seperti yang dinyanyikan band Dealova, karena aku senang tema romantis, kayak didrama drama korea”

“kau senang drama korea?”

“gak terlalu sih, senang kalau pemainnya SO JONG KI dan LEE MIN HOO aja” jawabku sedikit agak nyengir

“hhahahhahh kau pilih kasih”

“lah, kenapa?”

“iya, karena mau nonton drakor kalau artisnya so jong kii sama lee min hoo dong”

“iya juga ya, tapi gak tau aku senang aja”

“iya deh iya, eh boleh minta no Whatsapp mu”

“buat?”

“buat komunikasi lah, bukankah aplikasi itu diciptakan untuk komunikasi”

“iya sih, oke deh, mana ponselmu, biar aku yang catat”

Lalu dia memberikan ponselnya dan akupun mencatat 12 digit no hp ku

“agniii, gue cari dari tadi taunya lu disini, ayokk balik udah malam, ntar gue dicariin ayahanda tercinta” tiba tiba terdengar suara lengking merly yang sudah berada tepat didepanku.

“ehhh, kalian, kalian kemana sih, asik asik nonton band eh lue bedua kabur” kataku agak jengkel kepada kedua teman konyolku itu

“iya kita tadi lagi beli air minum, pas balik kesana malah lue yang menghilang” jawab Dania

“ayokk pulang, eh iya Nan, kita pulang duluan ya”

“eh iya, hati hati ya, see you” jawab nanda yang siap siap juga untuk pergi, ntah tapi pergi kemana

Lalu kamipun balik kanan dan pulang kerumah masing masing.

Sesampai dirumah, dengan memakai daster, baju kebangganku ketika berada dirumah tapi dengan motif motif yang sangat kekinian banget ini, aku merebahkan badanku sambil melihat lampu lampu tidur yang terpasang disetiap sudut kamarku, FYI aku sangat senang melihat lampu lampu ketika berada dikegelapan, karena bagiku, tanang aja gitu lihat lampu lampu kecil itu.tiba tiba terlintas dipikiranku wajah cowok yang tadi ada di acara SMA,dan itu membuatku tersenyum sendiri. Lalu,…… ponselku pun berbunyi ternyata ada Whatsapp dari nomor yang tidak dikenal isi WA nya seperti ini

“Selamat malam Agni Dafhina, senang berkenalan denganmu

Semoga besok dan seterusnya hari harimu indah, seperti senyummu

Malam ini, good night, salam Nanda Pranata Kusuma”

                                                                             “Selamat malam kembali Pra”

Ya itulah kesan pertama ku ketika bertemu dengan cowok yang bernama Nanda Pranata Kusuma, yang pada akhirnya ku panggil dengan nama Pranata atau Pra, kenapa ku panggil dengan nama Pra, nanti kalian akan temukan jawabannya.

 

Komentar

Postingan Populer